A
N
A
P
M
O
K

Rekonstruksi Mahasiswa Menjadi Penulis Aktif


diklat jurnalistik DEMA staipana bangil 2016



Manusia bisa terkenal karena ada 2 faktor yaitu karena keturunan raja, atau keturunan ulama’ besar. Jika kamu bukan berasal dari kedua-duanya maka jadilah penulis –Imam Ghozali- 

Kalimat diatas bisa menjadi potret pentingya menulis. Semangat dan antusias mahasiswa - mahasiswi yang membara nampak ketika mereka aktif berdialog dengan narasumber sahabat ayik seorang wartawan dari radar bromo pasuruan dalam acara diklat jurnalistik yang diadakan oleh dewan eksekutif mahasiswa staipana bangil bertempat di aula PCNU bangil pada hari  Minggu, 20 Maret 2016. 

Kegiatan yang bertemakan “menulis adalah awal kunci keberhasilan” ini di ikuti oleh kurang lebih  30 mahasiswa dari sekolah tinggi agama islam pancawahana bangil dari semester 2 sampai semester 8. Kegiatan  diklat jurnalistik tersebut  diadakan bertujuan untuk menumbuhkan  jiwa penulis dikalangan mahasiswa staipana. Muthommimah selaku ketua panitia menyampaikan Dalam sambutanya “kegiatan diklat jurnalistik ini diselenggarahkan untuk menumbuhkan minat menulis dikalangan mahasiswa staipana dan nantinya diharapkan output dari acara diklat jurnalistik ini mahasiswa staipana membentuk komunitas menulis yang nantinya bisa berkontribusi membuat buletin atau membuat karya tulis yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dibidang tulis-menulis serta membuka ruang informasi untuk mahasiswa lainya.
sahabat ayik radar bromo


Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 08.00-14.00 menyajikan materi-materi tentang dasar jurnalistik, teknik pengambilan photo, teknik layout bulletin dll. Selain mengundangn wartawan dari radar bromo panitia juga mengundang sahabat yanto praktisi photograpi di pasuruan.

tanggapan ketua dewan eksekutif mahasiswa (DEMA) STAIPANA Bangil sahabat Yovi Ade I.M “saat ini mahasiswa banyak mengalami degadrasi intelektual dan social, degradasi intelektual mahasiswa mulai menurun minat membaca,diskusi dan menulisnya, padahal ketiga unsur tersebut seharusnya menjadi makanan sehari-hari dan menjadi bagian dari kuliah non
sahabat yanto
formal mahasiswa, maka berangkat dari fenomena tersebut kami mencoba menumnuhkan serta membangun minat mahasiswa terhadap dunia menulis. Ketika mahasiswa mulai aktif menulis, secara otomatis mereka akan menghiasi tulisanya dengan muatan-muatan intelektual, dan muatan intelektual tersebut hanya bisa diperoleh melalui membaca dan diskusi”.


Kegiatan diklat jurnalistik berjalan begitu kondusif walaupun ditengah-tengah kegiatan tersebut ada kendala lampu mati yang sedikit mengganggu proses belajar, namun keadaan tersebut tidak mengurangi rasa khitmah peserta untuk mengikuti acara ini sampai selesai. pada akhir sesi, panitia membentuk komunitas menulis dan memilih kordinator komunitas tersebut, dari musyawarah bersama peserta maka lahirlah KOMPAK (komunitas mahasiswa penulis aktif dan kreatif) dan sahabat milatus  sa'diya terpilih sebagai kordinator KOMPAK.

Posting Komentar

0 Komentar